Studibanding03

Studi Banding Dalam Rangka Pengelolaan Kelompok Usaha Perikanan Ke Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Bantul

Jumlah penduduk Bantul kurang lebih 1.015.465 jiwa yang terbagi dalam 17 (tujuhbelas) kecamatan dengan kepadatan 2.012,93 jiwa/km2 kecamatan. Mayoritas mata pencaharian penduduk di bidang pertanian (25%), perdagangan (21%), Industri (19%) dan jasa (17%). Dari sekian penduduk Bantul ada sekitar 9.258 orang pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan dengan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) sebanyak 506 kelompok, Unit Pembenihan Rakyat (UPR) sebanyak 163, Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) sebanyak 122 dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) sebanyak 35.

Dalam pertemuan yang disambut oleh Kepala Bidang Bina Usaha dan Pengawasan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan menerangkan, meski wilayahnya berada di Pantai Selatan, Kabupaten Bantul tidak memiliki pelabuhan. Pendaratan ikan dilakukan di Pelabuhan Sadeng Kabupaten Gunung Kidul. Hasil penangkapan sebagian dilelang di TPI Sadeng, sebagian lagi dibawa ke Bantul untuk dipasarkan. Bantul memiliki 7 (tujuh) pasar ikan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bantul.

Dalam pengembangan pembinaan kelompok usaha perikanan, Kabupaten Bantul memiliki Asosiasi Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Projomino. Asosiasi ini terbentuk pada Tahun 2010 atas dasar himbuan dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bahwa setiap kabupaten supaya membentuk asosiasi poklahsar untuk menerima dana sebanyak 1 Miliar untuk diputar sebagai modal usaha bagi anggotanya degan bunga rendah.

Dalam prakteknya, Kabupaten Bantul menerapkan sistem perikanan terpadu dimana ada bentuk kerjasama antara KUB, Poklahsar dan Pokdakan. Hasil tangkap para nelayan anggota KUB dijual ke pemasar dalam bentuk ikan segar. Ikan-ikan yang rusak secara fisik namun masih dapat dikonsumsi, dijual ke pengolah sebagai bahan baku produk olahan hasil perikanan. Begitu juga dengan hasil budidaya oleh pembudidaya ikan.

Pada Tahun 2013, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul mendapat hibah Kapal Inka Mina 646 berkapasitas 41 GT. Tahun 2014 mengelola Inka Mina 645 yang berkapasitas 42 GT. Kedua kapal tersebut dikelola oleh KUB Inka Bantul. Ketua KUB Inka Bantul yang bernama Fakhrudin Al Rozi, S.Pi juga merupakan pelopor dari Asosiasi Poklahsar Projomino, oleh karena itu KUB Inka Bantul tidak hanya melaksanakan penangkapan ikan namun juga sekaligus pemasarannya. Selain itu, sang ketua juga berperan sebagai penyuluh perikanan swadaya. Perannya sebagai penyuluh perikanan swadaya memberikannya kesempatan untuk memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha perikanan dan juga pendampingan usaha mulai akses permodalan hingga pemasaran. Tidak heran KUB Inka Bantul memenangkan Juara 2 Adhibakti Mina Bahari Bidang KUB Perikanan Tangkap Teladan Tahun 2015. Sedangkan sang ketua memenangkan Juara 1 Nasional Wirausaha Nasional Mandiri Bidang Kelautan Tahun 2014.

Foto Bersama Peserta Studi Banding dan Perwakilan DKP Kab. Bantul

 

Studi Banding DKP Kota Probolinggo

Penjelasan dari DKP Kab. Bantul

Berkunjung ke salah satu kelompok pengolah hasil perikanan

 

Kasubbag. Program memamerkan produk olahan hasil perikanan dari kelompok pengolah

 

Foto bersama sebelum menikmati hidangan

This Post Has 5 Comments
  1. Perlu ada nya peningkatan sarana dan prasarana yg bisa meningkatkan hasil tangkapan nelayan untuk kesehjahteraan nelayan dlm pertumbuhan perekonomian.

    1. Terima kasih atas saran dan masukan dari bapak Mohammad Sholih. Sebagai informasi, bidang PSDKP Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Probolinggo memberikan bantuan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan bagi kelompok nelayan di Kota Probolinggo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *