Web04

BIMTEK Pendeteksian Penyakit Ikan dan Penanggulangannya

Penyakit ikan merupakan salah satu masalah yang serius yang dihadapi para pembudidaya ikan karena berpotensi menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Kerugian tersebut dapat berupa kematian ikan dan penurunan kualitas ikan sehingga secara ekonomis akan berakibat pada penurunan harga. Beberapa penyakit ikan telah diketahui keberadaannya di Indonesia, dan banyak diantaranya telah menimbulkan wabah dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. dalam kondisi normal yaitu lingkungan optimal dan daya tahan tubuh yang baik, ikan sebenarnya jarang terkena penyakit. Namun, apabila kondisi lingkungan tidak cocok, ikan stres dan daya tahan tubuh menurun. Bila sudah begitu, maka penyakit akan dengan sangat mudah muncul.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi tubuh ikan melemah atau sakit diantaranya kualitas air yang yang buruk, nutrisi yang tidak terpenuhi, serta kepadatan yang terlalu tinggi. Akibatnya terjadi komposisi tidak sehat antara oksigen , makanan, buangan metabolit beracun serta mikro organism yang lain. Sumber penyakit terdiri dari virus, bakteri, parasit, dan sumber lain yaitu kekurangan nutrisi dan rusaknya kualitas air.

Pertemuan yang diadakan kali ini membahas tentang pendekteksian penyakit dan penanggulangannya. Gejala sakit pada hewan akuakultur dapat dicirikan dengan berbagai penampakan kelainan  tingkah laku dan kelainan morfologi (gejala klinis). Kelainan tingkah laku pada ikan yang sakit antara lain dilihat dari ciri-ciri ikan berenang abnormal, berenang di bawah permukaan, hilang nafsu makan, bergerombol di inlet, tidur di dasar kolam, membuka dan menutup insang lebih lebar dan cepat (mengap-mengap), menggosok-gosokkan badan pada benda-benda yang ada di kolam, gerakan lemas dan kurang agresif, dan tumbuhnya lambat.

Penyakit dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain

Agen Penyakit Infeksi

  1. Virus
  2. Bakteri
  3. Parasit
  4. Jamur

Agen Penyakit Non-infeksi

  1. Nutritional
  2. Low oxygen levels-hypoxia
  3. Intoxication-toxins, algae, fungal
  4. Neoplasia-cancer

Pemeriksaan penyakit ikan dapat dilakukan dengan cara

  1. Pemeriksaan Makroskopik/Morfologi/Klinis
  2. Pemeriksaan Mikroskopik
  3. Pemeriksaan Perubahan Hematologi
  4. Pemeriksaan Mikrobiologi-Identifikasi
  5. Pemeriksaan PCR-Virus
  6. Pemeriksaan Histopatologi
  7. Pemeriksaan Imunologi

Konsep penanganan kesehatan ikan dan lingkungan

  1. Pengendalian (Preventif) sesuai dengan pengendalian keseimbangan antara lingkungan, inang dan patogen & secara detail pada kasus udang di makalah Mongkol Tongsiri.
  2. Pengobatan (Kuratif) Berbasis pada penggunaan daftar obat untuk ikan dan udang yang diperbolehkan (daftar dikeluarkan DKP Prov. Jatim dan rekomendasi penerapan obat/ penggunaan dosis yang tepat direkomendasikan oleh Dokter hewan)

Acara ini dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2017 bertempat di rumah Bapak Tondy Askhomi Endra L, Jl. PB Sudirman 274 Kel. Jati Kec. Mayangan Kota Probolinggo, rumah Bapak Gayuh Wigalantyo Jl. Raya Lumajang No.94 RT.003 / RW.004 Kel. Kedung Asem Kec. Wonoasih Kota Probolinggo, rumah Bapak Bambang Budi H (Warung Ole-ole) Jl. Sunan Bonang Gg. Mangga RT.002 / RW.002 Kel. Jrebeng Wetan Kec. Kedopok Kota Probolinggo. Diharapkan kegiatan pembinaan teknis ini bisa menambah pengetahuan bagi para pembudidaya ikan tentang pendeteksian penyakit ikan dan bagaimana cara menanggulanginya. Tindakan pncencegahan penyakit lebih baik daripada mengobati, selain lebih ekonomis juga terhindar dari kerugian yang besar akibat kematian massal ikan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *